BANJIR
Di saat sekarang ini kita ketahui bahwa banjir telah banyak
terjadi di beberapa daerah di Indonesia dan dapat di katakan
berkelimpahan air. Sementara di daerah lain di Indonesia mengalami
kekeringan. Kedua hal tersebut terjadi secara bersamaan dalam waktu yang
sama. Terlebih lagi saat sekarang ini musim hujan yang terjadi di
beberapa daerah tetapi tidak secara merata. Misalnya saja di suatu kota
contohnya Yogyakarta, hujan yang turun secara tidak merata tersebut
sangat terasa sekali, karena di beberapa lokasi terjadi hujan yang
sangat kebat sekali tetapi di beberapa lokasi yang berdekatan dengan
lokasi yang terjadi hujan lebat tadi, di lokasi tersubut cerah sekali.
Ini pertanda bahwa dampak dari Global warming sudah dapat kita rasakan
sendiri. Lingkungan sudah semakin rusak, dan memang masalah lingkungan
sudah menjadi perhatian utama bagi seluruh dunia. Tetapi pada
kenyataannya kebanyakan orang hanya bisa mengomentari saja tapi
mempraktekannya tidak sama sekali. Lihatlah bumi kita menangis, bumi
kita sedih, seharusnya kita bersama - sama memperbaiki bumi kita.
Lingkungan semakin kotor sehingga banyak terjadi banjir yang dikarenakan
oleh kebodohan manusia yang tidak bisa menjaga lingkungan. Padahak
dipikir secara logika membuang sampah pada tempatnya dan melakukan
pembersihan lungkungan itu adalah hal yang mudah. Maka dari saya
tekankan jangan menganggap enteng terhadap sesuatu yang kadang kita
anggap sepele. Kita ketahui banjir semakin banyak terjadi di Indonesia,
dan permasalah utama yaitu karena sampah. contohnya banjir yang terjadi
di Jakarta.
Masalah Banjir di Jakarta Banjir
benar-benar telah melanda Jakarta. Bila kemaren Jum'at 2 Febuari 2007
Jakarta dinyatakan Siaga III, maka pada hari ini telah dinyatakan Siaga I
dalam menghadapi masalah banjir. Banjir kali ini mengingatkan kita pada
banjir pada tahun 2002 yang lalu. Siklus banjir lima tahunan telah
datang.
Dengan banjir ini, berbagai upaya mengatasi masalah
banjir yang telah dilakukan dalam kurun waktu 5 tahun (2002 - 2007)
seakan tidak ada artinya. Berbagai pernyataan yang muncul sebelumnya
tentang kesiapan menghadapi banjir, telah terbukti hanya isapan jempol
belaka.
Persoalan banjir di Jakarta tidak mungkin diselesaikan
oleh Jakarta sendiri. Sama-sama kita ketahui bahwa air yang datang
melanda Jakarta datang dari Bogor. Kenyataan ini adalah hal yang tidak
mungkin di nafikan. Setiap musim hujan tiba, volume air yang datang dari
Bogor tidak sanggup ditampung oleh sistem aliran sungai yang melintas
di Jakarta. Keadaan ini terekspresikan dengan hadirnya Banjir.
Berbagai
ide untuk menyelesaikan masalah banjir di jakarta ini sebenarnya telah
dikemukakan. Perlunya upaya yang terpadu untuk mengatasi masalah banjir
di Jakarta juga telah diungkapkan sejak lama oleh para ahli. Tetapi
semua usulan yang diajukan itu kandas.
indosiar.com, Jakarta -
Banjir seolah-olah telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari
kehidupan masyarakat ibukota. Karena setiap musim penghujan terutama
dengan siklus 5 tahunan, masyarakat ibukota yang tinggal di daerah rawan
banjir harus sudah siap-siap menerima akibat banjir dengan segala
dampaknya. Yang paling menyedihkan lagi dampak dari banjir dari tahun ke
tahun tidak semakin kecil tapi justru semakin meluas.
Masalah
Banjir di Wilayah DKI Jakarta dan Penanganannya menjadi topik Halo
Polisi kali ini dengan nara sumber Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dan
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Drs. Adang Firman.
Bagaimana penanganan masalah banjir di ibukota ?Menurut
Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, banjir bukanlah masalah yang sederhana.
Sangat sulit dan berdimensi sangat luas. Artinya ada pekerjaan di hilir
dan ada pekerjaan di hulu seharusnya. Nah yang terjadi sekarang
pekerjaan hanya ada di hilir yakni Jakarta nya.
Secara geografis
Jakarta ini dialiri 13 sungai yang datang dari selatan, Bogor, Puncak
dan Cianjur. Jadi menurut Sutiyoso, jangan menyalahkan pemerintah Bogor
kalau terjadi banjir di Jakarta.
Sekarang di hilir sendiri (Pemda
DKI) tidak bisa maksimal menangani masalah banjir karena terkendala
masalah anggaran. Jadi dalam menanggulangi banjir dari konsep Belanda
yang kemudian disempurnakan oleh Jepang adalah membangun kanal (seperti
tapal kuda yang mengelilingi Jakarta. Dengan maksud, 13 sungai yang
mengalir ini bisa ditangkap oleh kanal barat dan kanal timur.
Didalam
mengantisipasi banjir setiap tahun ada tiga kegiatan yakni kegiatan pra
banjir (sebelum banjir) melibatkan BMG, bagaimana menguji sistem
pemandu (gladi posko) serta gelar pasukan (unsur Pemda, TNI/Polri/PMI)
sambil menggelar peralatan yang Pemda miliki.
Banjir yang selalu
terjadi di Jakarta selain akibat curah hujan tinggi dan arus air dari
hulu juga karena belum selesainya Banjir Kanal Timur yang bisa menampung
13 aliran sungai di Jakarta diarahkan ke laut.
Sutiyoso
mengatakan, penanganan banjir di Jakarta baru akan tuntas bila
pembangunan Banjir Kanal Timur usai meskipun ia mengeluhkan pemotongan
anggaran banjir kanal pada APBD 2007 oleh DPRD Jakarta.
Menurut
Sutiyoso, ada sekitar 78 titik yang selalu tergenang air. Dan bagi
kebanyakan warga Jakarta kata bang Yos, sudah sangat familiar dengan
banjir. Jadi pada saat datang banjir pun mereka banyak yang tidak mau
dievakuasi. Jumlah korban banjir di Jakarta cukup signifikan dan ini
menjadi masalah.
Hujan diperkirakan masih akan terus terjadi di
Jakarta hingga bulan Maret mendatang. Jadi Pemda akan membangun posko
berskala besar yang dipertanggungjawabkan oleh satuan TNI/Polri termasuk
Polda yang menangani Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.
Untuk
kedepan Pemda akan membangun rumah susun massal dan ini salah satu
program prioritas serta membangun banjir kanal timur untuk warga yang
tinggal di titik rawan banjir.
Pemda DKI juga akan melakukan
pembenahan kembali bekerjasama dengan pihak terkait pasca banjir.
Kawasan yang letaknya rendah seharusnya tidak boleh dibangun karena
berpotensi banjir dan mengurangi daerah resapan air. Untuk
mengantisipasi banjir dimasa depan dengan memperhatikan semua aspek.
Sementara
menurut Adang Firman, dalam rangka mengatasi bencana banjir bukan hanya
Polda, tetapi juga satuan-satuan lain juga ikut serta. Pada prinsipnya
dari kepolisian selain melaksanakan tugas pokok Polri, yakni
menyelamatkan penduduk (Jiwa) dan harta benda milik warga.
Pengamanan
wilayah di Jakarta dan pengaturan lalu lintas yang menjadi kacau akibat
sejumlah ruas jalan terendam air telah dilakukan sejak hari pertama
banjir Jumat pekan lalu.
Sosialisasi tentang peran-serta
masyarakat dalam menanggulangi masalah banjir perlu direncanakan dan
dilaksanakan dengan serius. Masyarakat perlu disadarkan bahwa tanpa
peran-serta mereka, upaya menanggulangi banjir tidak akan efektif.
Untuk
tugas pengamanan dan pengaturan lalu lintas ini Adang mengaku telah
mengerahkan antara 12 hingga 14 ribu personilnya setiap hari secara
fluktuatif tergantung kebutuhan.
Kepolisian bekerjasama dengan
pihak-pihak terkait untuk mengamankan perumahan milik warga yang menjadi
korban banjir yang ditinggalkan ke tempat pengungsian. Petugas terus
melakukan patroli siang dan malam dengan menggunakan peralatan jetsky ke
tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau melalui perahu karet dan rakit.
Ketinggian permukaan wilayah DKI Jakarta yang begitu rendah dan
hampir rata dengan permukaan air laut juga menjadi salah satu penyebab
banjir, ditambah lagi dengan kondisi air pasang sehingga aliran sungai
yang landai di sana sulit masuk ke laut.
Semua pihak diajak untuk
berupaya mencegah bencana lingkungan dengan sejumlah langkah nyata,
mulai dari hal-hal sederhana dan kecil. Sebab, bencana bukan gejala alam
semata, tetapi sebagian karena ulah manusia yang kurang bertanggung
jawab.
Dalam kerangka besar, pemerintah akan terus melakukan
langkah-langkah penegakan hukum terhadap pelaku pembabatan hutan dan
pencemaran lingkungan.
sumber: http://ray07blogqoe.blogspot.com/2008/11/bencana-banjir.html